|

Pesona Alam Natuna

NATUNA

 

PANDANGLAH NATUNA dari udara. Gugusan pulau-pulau di kawasan utara Provinsi Kepulauan Riau    itu, bagaikan zamrud khatulistiwa. Kehijauan yang terhampar dan pantainya yang berpasir putih, batu-batu alam berbagai ukuran menambah daya tarik Natuna.

Di bumi Natuna yang dulu terkenal dengan cengkehnya, tanah dan lautnya sangat kaya akan berbagai barang tambang, seperti pasir kuarsa, gas alam, dan minyak bumi. Di perairan lautnya yang dalam ter-kandung kekayaan alam berwujud ikan dan biota laut lainnya. Belum lagi keelokkan pantai dan keindahan terumbu karang yang sangat menawan.

Saat pesawat terbang rendah sebelum mendarat di pelabuhan udara Ranai, nyiur melambai-lambai. Pantai Tanjung yang terkenal dengan pasir putihnya, berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Alam Natuna memang indah dan eksotik.

Kabupaten Natuna terdiri dari 350 pulau ini, terdiri dari 16 keca-matan dengan luas 300.000 km2 kaya dengan mineral dan gas. Penduduknya 100.643 jiwa dan di Ranai ibu kota Kabupaten Natuna, penduduknya diperkirakan 10.000 jiwa.

Kabupaten Natuna di Utara berbatasan dengan Vietnam, Thailand dan Kamboja, di Timur dengan Brunai Darussalam, di Barat dengan Malaysia.  Namun, Natuna yang menyimpan pesona wisata dan ke-kayaan alam ini, bagaikan mutiara terpendam di kejauhan.

Jauhnya letak Natuna, memang salah satu kendala lambatnya per-kembangan wisata di Natuna. Jika menggunakan jalur laut, butuh waktu belasan jam. Naik pesawat terbang memakan waktu 1,5 jam dari Batam atau Tanjungpinang. Belum lagi kondisi cuaca yang ku-rang bersahabat.

’’Pada musim Utara, warga Natuna yang umumnya nelayan, me-milih tinggal di rumah lantaran ombaknya sangat ganas. Malah, air laut bisa meluber sampai ke jalan,’’ kata seorang warga Ranai, Natuna.

Selain kekayaan alam, masyarakat Natuna sangat heterogen dan beragam. Banyak kelompok masyarakat, seperti masyarakat dari suku China, Bugis, Melayu, dan Jawa, yang tinggal di Natuna sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

Keberagaman itu membuat Natuna menjadi makin kaya. Tidak hanya karena sumber daya alam yang dimilikinya dan segala potensi kelautan yang menjadi anugerahnya, tetapi juga kekayaan latar belakang warga yang mendiaminya.Di Natuna, saat ini pertemuan itu makin mendapat makna karena perjumpaan lebih banyak budaya, suku, dan bangsa, yang tentu saja diharapkan makin memperkaya Natuna. Seperti motto Kabupaten Natuna : Laut sakti, rantau bertuah.

Dari potensi hasil tambang, Natuna tampak bergelimang harta. Sayangnya, kehidupan sebagian besar penduduk masih jauh dari sejahtera.  Menjadi petani atau menjadi nelayan menjadi pilihan utama. Di atas tanah berbukit dan bergunung batu di wilayah yang menjadi kabupaten tahun 1999 ini, harapan hidup sebagian besar masyarakat digantungkan.

Sektor pertanian yang mencakup pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan digarap dari tahun ke tahun. Padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, talas, dan kacang tanah adalah tanaman yang banyak diusahakan masyarakat.

Tidak semua kecamatan layak sebagai tempat bercocok tanam. Kecamatan Siantan, Palmatak, dan Midai, misalnya, tidak bisa menghasilkan tanaman pangan serta sayur-sayuran. Daerah-daerah tersebut hanya sesuai untuk areal perkebunan seperti buah-buahan, karet, kelapa, dan cengkeh.

Sebagai daerah kepulauan memberi peluang untuk bergerak di sektor perikanan. Luas perairan yang jauh lebih besar dari daratan, yaitu 97,7 persen menyimpan berbagai komoditas yang sangat potensial. Di dalamnya terdapat berbagai jenis ikan yang ternyata mampu mendatangkan rezeki bagi keluarga nelayan. Napoleon, kerapu, tongkol, lobster, kuwe, kurisi, tamban, cumi-cumi, teri, dan kepiting adalah jenis-jenis komoditas yang banyak dihasilkan.

Dengan segala potensinya, Natuna menghadapi berbagai kendala. Sebut saja misalnya soal transportasi, komunikasi dan sarana dan pra sarana. Hanya ada dua hotel di Natuna sehingga kurang mendukung aktivitas wisata. Sementara, ibu kota kabupaten, masih jauh dari harapan dan masih terlihat seperti ibukota kecamatan. Di Ranai, listrik masih mati bergiliran. Kendati beberapa perusahaan operator seluler sudah masuk ke Natuna dan memasang towernya, namun di beberapa daerah masih terjadi blank spot sehingga menyulitkan berkomunikasi.

Dengan jumlah penduduk 100. 643 jiwa, kendala transportasi yang masih belum terpecahkan, baik dari kota-kota lain di Provinsi Kepri, maupun dari daerah lain, sehingga mobilitas masyarakat di Natuna masih terasa lamban. Namun, potensi alam Natuna yang sungguh luar biasa, pelaku bisnis pariwisata, harus melirik Natuna sebagai potensi wisata masa depan.

Sebab, keindahan dan pesona alamnya seperti Gunung Ranai dan kawasan pantai dan lautnya, Natuna tidak kalah dengan Bali. Selain wisata alam seperti Pantai Tanjung di Ranai, kepulauan Anambas dan Pulau Siantan sangat potensial dengan wisata selam (diving). Begitu pulau Pulau Durai dan Pulau Pahat tempat sarang penyu atau ke Pantai Padang Melang di Anambas. (socrates)

Komentar

Komentar

Image and video hosting by batamtvnews

Leave a Reply

Image and video hosting by batamtvnews
Image and video hosting by batamtvnews
Image and video hosting by batamtvnews

Komentar Pengunjung

  • yanuar: Lho kok dia ngamuknya sama panitia??? Aneh lho… Kalo salah ya salah sajalah jgn menghardik…...
  • Aulia Resti: Terimakasih untuk batam tv, untuk artikel yang satu ini. semoga kita semua sehat selalu. amin… Oya...
  • Em Nor: Dengan trobosan ini bukan maslah privasi saja tapi juga bisa meningkatkan mutu dan layan yang lebih baik lagi.
  • Em Nor: Masa tenang waktunya untuk berfiikir dan membedakan siapa yang pantas untuk dipilih karna dua pasangan pantas...
  • Yanti: Saya warga Perumnas tj.Piayu Sei Beduk Batam sudah kirim Email -+ sebulan yg lalu, tentang Restribusi Sampah....