Tol Laut Tekan Inflasi di Natuna

Tol Laut Tekan Inflasi di Natuna

65
0
BERBAGI
Kapal Tol laut yang menghubungkan Natuna dengan berbagai wilayah lainnya di Indonesia. Foto: aulia/batampos

Batamtvnews.com NATUNA – Program Tol Laut Presiden Joko Widodo yang membuka akses ke Natuna membawa berkah. Arus barang ke Natuna menjadi lancar sehingga mampu menekan inflasi.

Suplai kebutuhan pokok ke Natuna kini berjalan normal, meski cuaca buruk memasuki musim angin Utara. Bahkan tidak ada keluhan kelangkaan kebutuhan pokok hingga kenaikan harga yang meresahkan masyarakat.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, sejak beroperasinya Kapal Tol Laut ke Natuna, sudah memberikan solusi yang tetap bagi Natuna yang berada diujung Utara.

Menurutnya, adanya kerjasama BUMN yang terlibat PT Pelabuhan Indonesia II dengan anak perusahaan PT MTI (Multi Terminal Indonesia), PT Pelni dengan anak Perusahaan PT Pelni Logistik, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sangat membantu menstabilkan kestersediaan dan harga kebutuhan pokok di Natuna.

“Membentuk satu konsorsium dengan menggunakan metode mendekatkan gudang ke masyarakat adalah solusi tepat. Natuna sudah merasakan imbasnya, berhasil menekan inflasi harga sembako,” kata Ngesti saat tinjau gudang logistik kapal Tol Laut di pelabuhan Selat Lampa kemarin.

Ngesti mengimbau, keberadaan Kapal Tol Laut yang melayani rute ke Selat Lampa Natuna dari Periok Jakarta, terus menerus dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Tidak hanya itu sambungnya, kini hasil alam baik perkebunan, pertanian dan perikanan bisa dijual ke luar daerah menggunakan Kapal Tol Laut.

Bahkan untuk saat ini katanya, Perindo sudah menyatakan siap bekerjasama untuk menampung hasil perikanan di Natuna. Tentu komitmen ini harus dimanfaatkan masyarakat.

“Untuk memasok maupun menjual hasil alam ini masyarakat bisa beekoordinasi dengan Dinaperindustrian dan Perdagangan didaerah. Apalagi Perindo sudah menyatakan komitmen menampung ikan,” ujarnya.

Ngesti mengatakan, BUMN yang sudah menyatakatan komitmen membantu, tetap membeli hasil alam dengan harga standar dari masyarakat.

“Tentu pemanfaatan kapal Tol Laut harus terus disosialisasi Disperindag kepada masyarakat. Natuna adalah pengahasil Kelapa, Karet, Cengkeh dan ikan, komoditi ini punya potensi,” ungkap Ngesti. (arn/rpg)

Komentar

comments

loading...

LEAVE A REPLY