Donat Yang Melegenda dan Eksistensinya di Batam

Donat Yang Melegenda dan Eksistensinya di Batam

120
0
BERBAGI
Risyanto, owner toteles donut's and bakery saat wawancara dengan reporter Batam TV

Batamtvnews.com BATAM Donat adalah makanan lezat dan selalu ada yang baru darinya. Baik itu rasa, warna hingga aromanya. Makanan ini, dapat dengan mudah ditemukan diseluruh pelosok negeri, bahkan ada disemua belahan dunia.

Banyak orang percaya, bahwa donat pertama kali ditemukan oleh Kapten Gregory Hanson pada tahun 1847. Bisa dikatakan, bahwa bentuk lobang tengah pada donat, merupakan sebuah “kecelakaan” yang membuat donat popular. Setiap membuat kue, Kapten Gregory saat itu selalu tidak sempurna. Kematangan kue hanya terjadi dibagian luar. Bagian luar selalu matang dan kering, sementara bagian dalamnya masih mentah. Oleh karena itu terlintas sebuah ide darinya untuk membuat lubang pada bagian tengah kue tersebut. Cara ini ternyata berhasil dan membuat tingkat kematangan kue jadi merata dan terasa lezat.

Kue ini baru mulai populer setelah perang dunia pertama. Selanjutnya makanan ini menjadi semakin populer dan menyebar ke berbagai belahan dunia.

Untuk di Indonesia, banyak perusahaan besar menjadikan donat sebagai “mesin” pencetak uang. Hamper disetiap pusat perbelanjaan, dipastikan ada gerai yang menyediakan donat. Sementara untuk entrepreneur local, mereka memiliki banyak cara menjadikan donat tetap disukai oleh semua kalangan.

 

Risyanto, adalah seorang entrepreneur batam yang menjadikan donat sebagai hasil produksinya. Pada awalnya laki-laki asal Kudus Jawa Tengah ini merantau ke Batam bekerja diperusahaan. Rasa capek dan ingin merubah nasib, membuat laki-laki ini banting stir dengan membuat makanan kesukaanya waktu kecil sebagai sumber mata pencaharian.

 

“Saya dulu bekerja diperusahaan mbak, tetapi rasa jenuh dan capek membuat saya ingin memiliki usaha sendiri. Dan mungkin virus entrepreneur sudah menjangkiti saya setelah saya ikut beberapa seminar, akhirnya saya memilih memproduksi donat; makanan kesukaan waktu kecil sebagai penopang hidup” kata Ristanto owner toteles donut’s and bakery.

 

Dari donat lainnya, untuk donat hasil produksi Risyanto ini memiliki perbedaan dengan yang lainnya. Jika biasanya Donat Bahan dasar Tepung Terigu Saja, Donat yang satu ini memberikan variasi lain dengan menambahkan kentang pada adonannya. Dalam sehari, Risyanto memproduksi 700 biji donat perhari. Ia menggunakan kentang local agar rasanya lebih lembut dan empuk.

“Donat yang saya produksi ini memiliki perbedaan dengan donat lainnya mbak. Agar lebih lembut dan empuk serta nyaman dilidah, saya menambahkan kentang kedalam adonan,” tambahnya.

 

Toteles donut’s and bakery memiliki dua varian rasa, yakni original donat dan coklat. Keistimewaan dari donat hasil karya Risyanto ini adalah mampu bertahan sampai tiga bulan jika di frozen. Sehingga donat ini dapat dijadikan oleh-oleh bagi sanak saudara diluar kota. (van/men)

 

Liputan ini dapat anda saksikan dalam Detak Khas Akhir Pekan Detak Kepri mala mini pukul 19.00 WIB di Batam TV

 

Komentar

comments

loading...

LEAVE A REPLY